Notice: Use of undefined constant judul - assumed 'judul' in /opt/lampp/htdocs/sipasada/view/berita.php on line 72
     

 
 
 
16-October-2017
 

Bangunan bersejarah berupa Mesjd dan Gereja di Sipirok


            Keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama di Kota Sipirok, Ibu Kota dari Kabupaten Tapanuli Selatan ini sudah berlangsung sejak lama. Hal ini dibuktikan dengan berdirinya 3 bangunan bersejarah berupa Mesjd, tempat beribadah umat Islam dan Gereja, tempat beribadah umat Kristen. Bangunan Pertama adalah Mesjid Raya Sri Alam Dunia. Mesjid yang berada di Kelurahan Sipirok Godang ini berdiri pada 16 Juli 1926, dan saat ini masih berdiri megah serta masih dipakai masyarakat untuk melaksanakan shalat berjamaah. Arsiteknya yang bergaya Melayu dengan aksara arab memberikan kesan damai sebagai Mesjid Pertama yang ada di Kabupaten ini. Bersebelahan dengan Mesjid, juga berdiri dengan megah Gereja HKBP yang dibangun pada tahun 1861 dengan arsitek bangunan bergaya Eropa.

            Selanjutnya, terdapat juga Gereja tua yang berada di Desa Parau Sorat. Gereja ini merupakan Gereja pertama yang dibangun oleh Nomensen, Misionaris pembawa ajaran agama Kristen ke Tanah Batak. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa pengembangan agama Kristen pertama sekali dimulai di Desa Parao Sorat. Pada 10 Juli 2011, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan membangun monumen Nomensen untuk mengenang Perayaan 150 Tahun Kekristenan di Luat Angkola. Gereja ini juga masih digunakan masyarakat sekitar untuk melakukan kegiatan keagamaan, meskipun bangunan sudah banyak mengalami perombakan namun beberapa desain bangunan masih tetap dijaga keasliannya.

            Tak salah kiranya apabila Kota Sipirok juga merupakan kota Wisata Rohani. Pengunjung dapat dengan mudah menjumpai bangunan bersejarah ini dikarenakan letaknya yang berdekatan dan kondisi jalan menujunya pun telah baik serta dapat dilalui oleh kendaraan roda empat. Kerukunan umat beragama yang telah terjalin selama ini tidak terlepas dari Konsep bermasyarakat Dalihan Natolu. Masyarakat yang damai mencerminkan Pemerintahan yang kondusif, dan ini merupakan modal utama kenyamanan berinvestasi. Kiranya bangunan bersejarah ini dapat terus kita pelihara serta diperkenalkan ke masyarakat luas.





Ali Nurrakhmad Siregar, ST. M.Sc
Kepala Seksi Perencanaan Penanaman Modal
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu